Semua Orang bisa berinspirasi tanpa harus memalukan diri sendiri hanya untuk menjadi seorang PLAGIAT, jadilah dirimu sendiri dan hargai setiap karya orang lain !!!

Tuesday, 12 February 2013

Kenangan Itu Semu


“Semua terasa palsu disaat kau mulai bermain-main dengan perasaan cintamu”
  
          
           Semua bermula disaat Aku menemukan sosoknya diujung jalan, dimana dia terlihat menunggu seseorang. Aku tertarik melihat sosok anggun yang ada dihadapanku, tidak ingin kulewatkan kesempatan ini, tidak tenang hatiku bila tak menyapanya. Dengan perasaan yang gelisah aku mulai memberanikan diri untuk menegurnya. Tanpa kusangka respon yang dia berikan cukup membuat kegelisahan hatiku mulai menghilang, Dia tersenyum dan kita mulai berkenalan. Waktupun terasa singkat saat bebicara dengannya, tapi semua itu terasa awal yang Indah setelah aku jatuh dari keterpurukanku.
            Komunikasi memang salah satu cara untuk mempererat suatu perkenalan, tak berapa lama kita semakin akrab, yang mulanya Aku tidak berani menelponnya sekarang kita sudah sering teleponan sampai berJam-jam. yang sebelumnya aku tidak berani mengajaknya jalan-jalan, sekarang kita sering bersama.
            Sampai suatu hari aku berniat untuk mengungkapkan perasaan yang ada dihatiku yang mungkin semakin lama semakin tidak bisa kubendung lagi. Aku mengajaknya kesuatu tempat yang menurutku romantis, tapi mungkin tidak juga bagi orang lain. Dengan hati yang berdegup kencang aku mulai menatap matanya, aku juga ingin dia menatapku, ingin dia mengetahui apa yang ada dalam isi hati ini yang mulai tumbuh rasa cinta yang tak pernah kuduga. dan aku mengatakaan semua itu, responnya kali ini juga menenangkan hatiku karena dia mengatakan apa yang ada didalam hatinya sama seperti yang ada didalam hatiku. Betapa bahagianya aku, dunia seakan-akan menjadi surga, dan cintaku pun terbalaskan.
            Beberapa hari kami lewati dengan rasa bahagia, seakan-akan dunia menjadi surga milik kami berdua, dia salah satu kebangganku, dia juga salah satu penyemangatku, satu bulan dilewati dengan senyum.
            Tepat dibulan kedua aku mendapatkan kabar bahwa dia harus pergi keluar kota bersama keluarga besarnya, sebagai laki-laki pengertian aku mengizinkannya, walaupun didalam hati ini tidak ingin dia pergi jauh dari kehidupanku, rasa rindupun muncul dengan seketika mengalir bagaikan air hujan yang turun dengan derasnya.
            Tidak lama setelah kepulanganya dari luar kota, aku merasa sangat senang, rasa rinduku pun terobati. Tapi mengapa ada hal yang berbeda? Sifatnya, Sifatnya berubah bukan lagi dia yang kukenal, saat bertemu selalu membuatku tersenyum sekarang berbalik, hanya ada pertengkaraan diantara kami, pertengkaran yang entah apa akupun tidak tahu permasalahanya. Aku tidak tahu mengapa? Dia berbeda, dan sekarang yang hanya aku tahu Dia mulai berubah.
            Hubungan kami mulai memburuk, entah apa yang teerjadi aku tidak pernah mengetahui itu, setiap aku bertanyapun dia tidak pernah menjawab dan balik memarahiku. aku semakin penasaran apa yang terjadi diantara kami, aku mulai mencari tahu, dan yang kutemukan itu tidak pernah muncul didalam pikiranku. Tidak pernah aku menyangka dia akan membohongiku dan berbuat setega itu, Dia tidak pernah benar-benar pergi keluar kota, dan bahkan dia terus bersama orang ketiga diantara kami.
            Hatiku mulai tak terkendali, pikiranku jauh melayang seakan-akan dunia tak lagi berputar dan matahari tak lagi menyinari pancaran sinarnya. orang yang kubanggakan kini telah menyakitiku, orang yang dulu menjadi penyemangatku telah meninggalkanku, Aku terluka untuk kesekian kalinya, apakah memang tidak ada cinta yang pantas untukku dapatkan, apakah aku harus memohon kepadamu agar kau kembali bersamaku lagi saat ini.
            Rasa ikhlas sulit untuk aku ucapkan, dimana kesedihan ini mulai mempengaruhi isi otakku, rasa cinta kini berubah menjadi rasa gelisah yang tak kunjung reda, mungkin ini takdirku, mencintai dan harus tersakiti, kadang aku berpikir, apakah cinta itu benar-benar ada, apakah ini juga bisa disebut cinta? dan mengapa semua kenangan itu begitu banyak muncul diotakku. kenangan seseorang yang telah menyakitiku, kenangan seseorang yang telah menyia-nyiakanku.

            “Tuhan, Aku tahu ada kebahagiaan dibalik semua ini, Sakiti aku terlebih dahulu, dan bahagiakanlah Aku dikemudian hari”

Aku, Kamu, dan Dunia Kita



"Semua dimulai saat kepergianmu  menghadap Sang Pencipta".

            Aku sungguh terpukul akan kenyataan yang sebenarnya tidak dapat kuterima itu, “Kamu” Orang yang sangat aku sayang, penyemangatku, cinta terindah yang selalu menemani hari-hariku sekarang telah hilang dan semua hanya tersisa kenangan, “senyumu”, “tawamu”, “candamu”, masih menyatu didalam otakku.
            Tak pernah Aku tahu berapa banyak air mata yang telah aku keluarkan, menangisi kepergian sosok indah dihidupku. Terkadang  pikiranku mulai bodoh, Aku “berandai-andai” Kau bisa hidup kembali menemani hari-hariku lagi. Dan Aku tersenyum apabila melakukan hal bodoh itu, walaupun setelah berapa menit kemudian air mataku mulai membasahi pipi ini lagi karena mengingat kenyataan yang tidak bisa kuterima ini.
            Kadang aku berpikir, mengapa Tuhan memisahkan Aku dan Kamu dengan cara seperti ini, apakah kita berdosa kepadanya?, apakah Tuhan tidak menyayangi kita yang saling mencinta ini, Apakah ini cara untuk membuat kita bahagia nanti?, tapi yang Aku tau “hanya Kamu kebahagiaan yang Aku miliki”.
            “Selamat Tidur Sayang”  kata sederhana yang sering Kamu ucapkan itu selalu Aku rindukan. Setiap malam, sebelum lelapku Aku selalu berdoa kata itu bisa muncul di layar Handphone ini. Walaupun setelah itu Aku kembali menangis karena Aku tahu semua itu tidaklah mungkin.
            Aku teringat kembali saat kamu berusaha membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, nasihat-nasihat yang kamu berikan terkadang membuatku risih, tapi Aku tau semua itu hanya untuk kebaikanku sendiri. Terkadang juga Aku acuh dan malah balik memarahimu, tapi kamu terus sabar untuk menghadapi Egoku. Mungkin karena hal seperti ini yang membuat Tuhan membiarkanku tidak bersamamu lagi. Entahlah, Aku hanya bisa menangis untuk saat ini.
            “Sayang” Aku sangat ingin “menyapamu”, “membelai rambutmu”, “mencium keningmu”, dan “memelukmu”, Apa kabarmu disana? Baikkah Kamu bersama Tuhan? Aku “Merindukanmu” Sayang, Sangat...sangat...sangat merindukanmu. Aku sudah tidak manja lagi sayang, sekarang Aku juga sudah bisa menjadi kuat, tegar, dan lebih penyabar, itu semua karena nasihat yang sering kamu ucapkan hanya untuk membuatku menjadi lebih baik dan berguna untuk orang-orang yang menyayangiku.
            Tuhan, pintaku kali ini, jagalah “Dia” Orang yang kucintai, sangat kusayang, dan berharga untuku, hanya doa yang bisa kulakukan saat ini, doa agar “Dia” bisa tenang bersamamu Tuhan. Sampaikan juga salamku kepadanya, salam cinta dan sayangku kepadanya.Tunggu aku dikehidupan kekal itu Sayang. dan Terima kasih telah membawa cintaku sampai akhir hayat hidupmu.

“Love and Miss For You”

Aku Mencintaimu


“Suatu saat nanti, kamu akan tahu, siapa yang menyayangimu tanpa menghitung waktu.”


Aku, berdiri pada pijakanku yang tak bertepi. Aku bukan mengharapkanmu kembali dan memelukku lagi. Beberapa suara memang terdengar sedang mengatakan itu, tapi dalam kesungguhan, bukan aku yang menyuarakannya. Kamu selalu bertanya tentang mengapa aku mempersilakanmu pergi, tentang apakah aku sudah tidak memperdulikanmu lagi, dan tentang mengapa aku tidak menagih sebuah janji. 
Ketika aku mempersilakanmu pergi, hanya satu hal yang terpikir olehku. Betapa bahagianya kamu nanti, setelah kamu merasakan penyesalan yang mendalam, lalu mempelajari, dan memahaminya. Agar suatu saat nanti, jika kau dipertemukan dengan hal yang sama, kamu tidak lagi mengulanginya. Ini sungguh menyimpang dari kenyataan, tentang kepedulianku terhadapmu yang kau anggap adalah ketidakpedulianku kepadamu.
Pernahkah terbayang olehmu, soal sudah berapa banyak waktu yang ku buang untuk mencintaimu disaat aku tidak ingin lagi menghitungnya? Pertanyaan terakhirmu sungguh menggelitik, aku tidak ingin menjawabnya. Janjiku yang mana yang baru aku tepati setelah mendapat tagihan darimu? Sudahlah, nikmati saja ketiadaanku. 
Ini keputusanmu.
“Saat ini mungkin tidak. Tapi nanti, tentang seringnya aku memelukmu dulu, akan dengan tiba-tiba menghantuimu. Dan kerinduanmu terhadapku, bermula dari situ.” “Aku mencintaimu, seperti jam yang terus berjalan sekalipun Ia punya alasan untuk enggan berputar.”Dalam kesungguhan, sebenarnya aku tidak punya banyak waktu untuk menafsirkan cinta yang sampai saat ini masih kau anggap tabu.
Karena aku mencintaimu dengan caraku. Mencintaimu dengan tidak menunda waktu. Jika sebuah es saja bisa mencair hanya dengan ku taruh di atas telapak tanganku, lalu kenapa kau yang ku genggam tangannya sembari ku salurkan kehangatan cinta tidak?
           Aku punya banyak alasan untuk menjelaskan kenapa aku berjuang mati-matian agar namaku terselip ke dalam sela-sela hatimu. Tapi bagiku, tulisan, bahkan lisan pun tak cukup untukku membuktikan seberapa kuat tekadku untuk mencapai tujuanku. Mungkin hanya dengan bertarung, tidak dengan melawan waktu, tetapi berjalan beriringan dengan waktu yang menurutku Ialah penentu hidup dan matinya cintamu ― Padaku.