"Semua dimulai saat kepergianmu menghadap Sang Pencipta".
Aku sungguh terpukul akan kenyataan yang sebenarnya tidak dapat kuterima itu, “Kamu” Orang yang sangat aku sayang, penyemangatku, cinta terindah yang selalu menemani hari-hariku sekarang telah hilang dan semua hanya tersisa kenangan, “senyumu”, “tawamu”, “candamu”, masih menyatu didalam otakku.
Tak pernah Aku tahu berapa banyak air mata yang telah aku keluarkan, menangisi kepergian sosok indah dihidupku. Terkadang pikiranku mulai bodoh, Aku “berandai-andai” Kau bisa hidup kembali menemani hari-hariku lagi. Dan Aku tersenyum apabila melakukan hal bodoh itu, walaupun setelah berapa menit kemudian air mataku mulai membasahi pipi ini lagi karena mengingat kenyataan yang tidak bisa kuterima ini.
Kadang aku berpikir, mengapa Tuhan memisahkan Aku dan Kamu dengan cara seperti ini, apakah kita berdosa kepadanya?, apakah Tuhan tidak menyayangi kita yang saling mencinta ini, Apakah ini cara untuk membuat kita bahagia nanti?, tapi yang Aku tau “hanya Kamu kebahagiaan yang Aku miliki”.
“Selamat Tidur Sayang” kata sederhana yang sering Kamu ucapkan itu selalu Aku rindukan. Setiap malam, sebelum lelapku Aku selalu berdoa kata itu bisa muncul di layar Handphone ini. Walaupun setelah itu Aku kembali menangis karena Aku tahu semua itu tidaklah mungkin.
Aku teringat kembali saat kamu berusaha membuatku menjadi pribadi yang lebih baik, nasihat-nasihat yang kamu berikan terkadang membuatku risih, tapi Aku tau semua itu hanya untuk kebaikanku sendiri. Terkadang juga Aku acuh dan malah balik memarahimu, tapi kamu terus sabar untuk menghadapi Egoku. Mungkin karena hal seperti ini yang membuat Tuhan membiarkanku tidak bersamamu lagi. Entahlah, Aku hanya bisa menangis untuk saat ini.
“Sayang” Aku sangat ingin “menyapamu”, “membelai rambutmu”, “mencium keningmu”, dan “memelukmu”, Apa kabarmu disana? Baikkah Kamu bersama Tuhan? Aku “Merindukanmu” Sayang, Sangat...sangat...sangat merindukanmu. Aku sudah tidak manja lagi sayang, sekarang Aku juga sudah bisa menjadi kuat, tegar, dan lebih penyabar, itu semua karena nasihat yang sering kamu ucapkan hanya untuk membuatku menjadi lebih baik dan berguna untuk orang-orang yang menyayangiku.
Tuhan, pintaku kali ini, jagalah “Dia” Orang yang kucintai, sangat kusayang, dan berharga untuku, hanya doa yang bisa kulakukan saat ini, doa agar “Dia” bisa tenang bersamamu Tuhan. Sampaikan juga salamku kepadanya, salam cinta dan sayangku kepadanya.Tunggu aku dikehidupan kekal itu Sayang. dan Terima kasih telah membawa cintaku sampai akhir hayat hidupmu.
“Love and Miss For You”
No comments:
Post a Comment