Menatap layar handphone ini Aku sedari
bertanya-tanya dalam hati bagaimana kabarmu sekarang, sudah beberapa bulan ini
hubungan kita yang berjarak berbeda pulau terasa begitu hambar, entah apa
gerangan kabarmu sulit sekali Aku dapatkan, tapi Aku tetap percaya kalau disini
Aku memikirkanmu dan disana Kamu juga memikirkanku, dan kepercayaan itu yang
bisa membuatku tetap berjuang menjalani hubungan ini.
Banjarmasin
– Lombok, mungkin sebagian orang menganggap kedua pulau itu sangat jauh, tapi
mereka tidak pernah berpikir di kedua pulau itu ada dua cinta yang haus akan
sebuah pertemuan, dan dua cinta yang memupuk rasa rindu yang semakin meninggi
hingga terasa ingin sekali di ledakan.
Pagi
ini saat Aku kembali tersadar dari tidur lelapku, cepat-cepat Aku mengambil
handphone dan terlihat satu pesan masuk yang bertuliskan namamu, senyumku
menambah indahnya pagi ini, karena dengan satu ucapan selamat pagi saja itu
sangat berarti bagi Aku yang yang terbebani rindu akan tatap matamu.
Mengenai
hubungan ini Aku sempat berpikir adakah kesempatan bahagia untuk para pecinta
jarak seperti kita nantinya, yang untuk sebagian orang mungkin tidak
mempercayai akan sebuah hubungan jarak jauh yang berujung bahagia, tapi yang
hanya Aku tahu kamu adalah kebahagian yang tidak pernah dimiliki orang lain
untukku.
Untuk
sebuah hubungan ini Aku lebih memilih kepercayaan sebagai benteng yang kokoh
berdiri saat kabarmu tidak kunjung aku dapatkan, kepercayaan ini juga yang
membuatku selalu tegar tetap mencintaimu dan terus setia bersamamu.
Dalam
hubungan ini Aku selalu mencoba mengerti akan dirimu, karena hubungan yang dekat saja
harus saling mengerti dan begitu juga hubungan jarak jauh seperti ini juga harus
bisa lebih mengerti satu sama lain, kamu mengerti akan kesibukanku, dan Aku
mengerti akan kesibukanmu.
Rindu
ini tidak pernah selesai sampai satu pelukan darimu menghampiriku, satu
sentuhan lembut dari tanganmu, satu sorot mata yang menatapku dalam diam, satu
kecupan hangat yang membuat segala gundah dan gelisah akan pertemuan dan ragamu
mulai menghilang. Entah kapan rindu ini akan berakhir, tapi disini Aku selalu
mendoakanmu agar tetap baik-baik saja, karena Aku tau doa adalah satu-satunya
cara untuk mengobati sedikit rindu yang ada.
Pertengkaran,
kalimat itu mungkin memang harus ada disemua hubungan jarak jauh maupun dekat,
karena pertengkaran jugalah yang membuat kita bisa saling mengerti dan lebih
paham satu sama lain, tapi, pertengkaran dalam hubungan jarak jauh tidak
semudah apa yang dipikirkan untuk menyelesaikannya, dimana Aku tidak bisa
melihat sosokmu langsung dan tidak bisa melihat apa yang sebenarnya kamu
lakukan. Hal sepele mungkin masih bisa untuk diatasi, tapi sebuah
‘perselingkuhan’, kalimat itu bagai sebuah pedang semakin tajam yang berada di dalam
pikiranku yang mungkin suatu saat bisa melukai diriku sendiri. Aku tetap
percaya kamu walaupun Rindu, Cemburu, Kepercayaan, dan Emosi ini menjadi satu.
Dulu
Aku sempat tidak pernah percaya akan hubungan jarak jauh ini, Aku membenci
hubungan ini dan tidak pernah percaya kalau hubungan jarak jauh ini bisa
berakhir bahagia, tapi itu dulu, semenjak Aku mengenal kamu, mengenal tentang
perjuangan, mengenal tentang indahnya sebuah kepercayaan, mengenal sulitnya
rindu akan sebuah pertemuan, Aku mulai yakin tidak semua hubungan jarak jauh
tidak berakhir bahagia. Dan Aku tetap berani karena kamu apapun resiko itu dan
seberat apapun hubungan ini Aku bahagia.
Di
temani suara hujan, dan dinginnya dinding ruangan ini, rindu semakin menumpuk
ingin dilampiaskan. Kita berjuang, kita bersama memupuk rindu, dan semoga kita
juga yang akan memetik buah dari perjuangan ini. Disana kamu menjaga hati dan
pikiranku, disini Aku mendoakanmu. Hubungan jarak jauh, Aku rasa tidak serumit
itu. Kamu, nama yang selalu Aku perbincangkan bersama Tuhan, nama yang selalu
mengisi otak dan pikiranku, dan juga nama yang selalu mengisi hati kecilku ini.
Hanya kamu, dan Aku percaya itu.
Inspired by: @ichafredie